Tim Gugus Tugas KLA Bontang Kunjungi Surakarta

BONTANG- Anak merupakan investasi masa depan bagi orang tua, masyarakat, bangsa dan negara. Investasi yang dimaksud disini bukan berarti bahwa anak nantinya menjadi sumber keuntungan, namun investasi sumber daya manusia dimana investasi itu nantinya akan menghasilkan sumber daya manusia masa depan sesuai dengan harapan. Dengan kata lain, investasi sumber daya manusia merupakan sebuah upaya untuk mengembangkan pelaku pembangunan yang akan mengelola kekayaan tanah air dan mewujudkan kesejahteraan bangsa.
Dengan adanya kabupaten/kota layak anak, maka  sistem pembangunan satu wilayah administrasi akan mengintregasikan komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha dalam rangka memenuhi hak anak yang terencana secara menyeluruh (holistik) dan berkelanjutan (sustainable) melalui Pengarusutamaan Hak Anak.
Berdasarkan SK Gubernur Kalimantan Timur Nomor 463/K.772/2011 tentang Penunjukan dan Penetapan Kabupaten dan Kota di Kalimantan Timur Menuju Kabupaten/Kota Layak Anak, dimana ada 7 kabupaten/kota di Kaltim menuju KLA. Kota Bontang memang belum termasuk kota yang ditunjuk KLA dalam SK Gubernur tersebut, namun Kota Bontang berkeinginan untuk dapat mengembangkan KLA seperti kabupaten/kota yang lain.
Namun pada pelaksanannya, Kota Bontang ternyata juga mampu bersaing dengan kota lainnya di Kaltim. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bontang Ir H Adi Darma MSi dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB (BPP dan KB) Kota Bontang Hj Sumiati pada acara Studi Pembelajaran Tim Gugus Tugas Kota Layak Anak (KLA) Kota Bontang Ke Pemerintah Kota Solo beberapa waktu lalu.
"Adapun hal-hal yang sudah Pemerintah Kota Bontang lakukan terkait KLA ini adalah Penyusunan kebijakan yang dapat mendukung pengembangan Kota Layak Anak, seperti Perda Nomor 9 Tahun 2012 tentang Perlindungan Perempuan dan Anak Korban Tindak Kekerasan, Perda Nomor 5 Tahun 2012 tentang Kawasan Asap Rokok, Renstra Anak yang dimiliki oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, SK Walikota mengenai P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu  Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak)," ungkap Sumiati.
Selain menyusun kebijakan tersebut diatas, terkait pengembangan KLA ini pemkot Bontang juga melakukan upaya - upaya berupa Pembentukan gugus tugas Kabupaten/Kota Layak Anak yang beranggotakan wakil dari unsur eksekutif, legislatif, yudikatif yang membidangi anak, perguruan tinggi, organisasi non pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dunia usaha, orang tua dan anak, Membentuk forum anak  daerah serta  Menyusun data basis awal kota layak Anak.
"Kota Bontang berusaha melaksanakan kegiatan tersebut satu persatu untuk mewujudkan tahapan yang ada. Berkunjung ke Kota Solo yang merupakan salah satu penyelenggara KLA terbaik di Indonesia merupakan salah satu wujud kepedulian kami terhadap komitmen pengembangan KLA. Kami ingin belajar seputar penanganan KLA di kota Solo," katanya.
Tim Gugus Tugas KLA Kota Bontang ini diterima langsung oleh Asisten Ekbang dan Kesra Setda Kota Surakarta Dra Enytiasni Susana MM di Kompleks Balai Kota Surakarta, Kamis (4/7) bersama dengan rombongan dari pemkot Pekan Baru, DPRD Dumai, DPRD Sumba Tengah dan pemkot Bekasi. Dalam presentasinya, Enytiasni Susana menjelaskan tentang berbagai hal yang perlu diketahui terkait program - program pemkot Surakarta (Solo) guna mendukung KLA. Kota Solo sendiri memiliki Taman Cerdas serta beberapa fasilitas ramah anak seperti halte, sekolah dan puskesmas ramah anak yang mendukung KLA.
Turut mengikuti pada Tim Gugus Tugas KLA Kota Bontang kali ini BPP dan KB Kota Bontang, Bapedda Kota Bontang serta  Dinas Tata Ruang Kota Bontang. Usai mengikuti pemaparan, Tim Gugus Tugas KLA Kota Bontang mengikuti kunjungan lapangan ke tempat - tempat dan fasilitas ramah anak yang ada di Kota Surakarta bersama rombongan lainnya. (hms6)